Rabu, 09 Oktober 2013

Masalah Sampah Sekitar Asrama Kidang Pananjung ITB

I.      Pendahuluan
a.                       Uraian singkat
Laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat didaerah perkotaan khususnya di kota Bandung dan sekitarnya, mengakibatkan daerah pemukiman semakin luas dan padat. Dampak peningkatan aktivitas manusia, lebih lanjut mengakibatkan bertambahnya sampah. unsur yang mempengaruhi bertambahnya jumlah sampah selain aktivitas penduduk antara lain adalah : jumlah atau kepadatan penduduk , sistem pengelolaan sampah, keadaan geografi, musim dan waktu, kebiasaan atau perilaku penduduk, teknologi seta tingkat sosial ekonomi.
Sistem pengelolaan sampah di perkotaan perlu perhatian khusus, selain karena pengelolaan sampah di daerah perkotaan sangat penting karena melihat dari penimbunan sampah yang dihasilkan besar(kepadatan penduduk yang tinggi),  juga karena terbatasnya lahan yang akan difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah. Problematika sampah timbul karena tidak seimbangnya produksi sampah dengan pengolahannya dan semakin menurunnya daya dukung alam sebagai tempat pembuangan sampah. Kuantitas sampah terus bertambah dengan cepat, sedangkan dilain pihak kemampuan mengolah sampah masih belum memadai problematika ini perlu diperhatikan oleh karena masalah sampah merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan, karena di dalam semua aspek kehidupan selalu dihasilkan sampah. Sampah akan terus bertambah seiring dengan banyaknya aktifitas manusia yang disertai semakin besarnya jumlha pernduduk di Indonesia pada umumnya dan di kota Bandung pada khususnya.
Sejak lama banyak pihak memperkirakan bakal muncul masalah dalam pengelolaan sampah di kota bandung. Sistem TPA dianggap tidak lagi sesuai untuk menangani masalah sampah. Berbagai alternatif solusipun bemunculan, mulai dari penerapan sistem3R (reduce, reuse, recycle), pembuatan kompos, sampai pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Prinsip 3R memang masih dianggap paling baik, karena bisa membuat orang memberdayakan sesuatu yang sudah tidak digunakan agar dapat digunakan kembali. Namun, pada praktiknya, penerapan 3R memerlukan kesadaran tinggi dari seluruh masyarakat dan harus menjadi suatu budaya. Sementara itu, untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik memerlukan teknologi tinggi yang biaya investasinya terlampau besar. Dari sudut pandang lain, komposisi sampah kota Bandung juga tidak mendukung untuk bisa menghasilkan pupuk oraganik.

Pada kesempatan kali kami mencoba melakukan observasi langsung ke salah satu tempat pembuangan sampah di suatu daerah sekitar asrama Kidang Pananjung ITB. Di daerah tersebut terdapat lahan hijau kosong yang dimanfaatkan sebagai pembuangan sampah akhir. Terdapat gejala-gejala pencemaran-pencemaran lingkungan yang secara siginfikan meningkat menjadi semakin parah jika tempat tersebut tidak segera ditanggulangi. Melihat kasus diatas kami kali ini berupaya mencari alternatif solusi untuk menanggulangi masalah tersebut.
a. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian singkat diatas maka kami akan mencoba merumuskan beberapa permasalahan yang ada :
-   Bagaimana memanfaatkan lahan yang memiliki potensi untuk masyarakat sekitar ?
-  Bagaimana cara agar pengelolaan sampah lebih efektif  dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi berkurang ?
b. Tujuan
-    Mengetahui cara dan mampu memanfaatkan lahan yang salah pemanfaatannya.
-  Mampu menerapkan cara pengolahan sampah yang terbaik yang sesuai dengan lingkungan agar dampaknya dapat berangsur-angsur berkurang. 
II. Pengumpulan Data
a.       Metoda pengumpulan data
Pada observasi ini, kami mengumpulkan data berupa foto-foto tentang keadaan lingkungan di sekitar asrama Kidang Pananjung ITB. Kami mendapat beberapa foto tentang sampah yang ada disekitar lokasi tersebut. Berikut adalah foto-foto yang telah kami ambil.
















b. Identifikasi kriteria untuk perancangan
- Tempat untuk menaruh sampah kompos yang cukup dan dapat ditaruh dipojok-pojok tembok seperti gambar di atas.
- Ekonomis
- Sederhana dan mudah dilakukan
- Tidak menimbulkan masalah yang baru
-
c. Identifikasi kendala
- Kesadaran warga
- Teknologi
- ekonomi

III. Analisa
Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, kami mencari di internet mengenai cara pemerintah, khususnya kota Bandung untuk mengatasi masalah sampah di kota Bandung. Setelah itu kami menguji cara tersebut dengan masalah sampah yang ada di sekitar daerah asrama Kidang Pananjung, apakah hasilnya sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah. Dari bebagai solusi yang ada, kami memilih beberapa solusi alternatif yang sesuai dengan keadaan sosial dan lingkungan di daerah Cisitu Permai.
Dari foto-foto yang telah kami kumpulkan, banyak sampah-sampah yang berserakan di atas lahan yang masih berpotensi untuk hal lain yang lebih bermanfaat, misalnya untuk menanam tumbuhan. Berdasarkan keadaan tersebut, kami memilih beberapa solusi yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan, misalnya tumbuhan, yaitu dengan mengolah sampah-sampah agar menjadi pupuk kompos.
Untuk mencapai tujuan tersebut juga kami tidak bisa bekerja secara individual. Berdasarkan prinsip kerja seorang engineer kami harus berkolaborasi. Kolaborasi pada masalah kali ini adalah yang pertama kami juga harus berkolaborasi dalam satu tim kemudian kami juga harus berkolaborasi dengan warga sekitar. Sebab pada dasarnya kami disini hanyalah seorang pendatang. Sukses atau tidak solusi ini tergantung pada warga sekitar.







Berdasarkan gambar diatas, maka solusi yang tepat adalah membuat tong sampah kompos pada sekitar daerah tersebut. Sebetulnya kai juga perlu menghilangkan kebiasaan masyarakat yang suka membakar sampah jika sudah menumpuk. Kita perlu menghapus asumsi singkat mereka bahwa dengan membakar sampah dapat menyelesaikan masalah tersebut. Padahal dengan membakar sampah masalh yang timbul akan semakin besar. Pertama sampah yang dibakar tersebut akan menimbulkan polusi udara. Kedua, dengan membakar sampah tersebut terutama sampah plastik dan sejenisnya akan mengeras, menempel antara satu dengan yang lainnya. Memang seharusnya sampah tersebut kita pisahkan dan kita manfaatkan kembali salah satunya dengan membuatnya menjadi kompos yang dapat menyuburkan dan dapat memperbaiki lahan yang telah rusak akibat tumpukan-tumpukan sampah dan dapat memanfaatkan kembali lahan yang telah kembali subur tersebut oleh warga sekitar.
Biasanya masyarakat Indonesia menyukai sesuatu yang lebih sederhana dan tidak ribet. Maka solusi alternatif yang sederhananya adalah dengan mengangkut sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir yang sebenarnya. Tetapi, alangkah baiknya sampah tersebut sebelum dipindahkan kita pisahkan dulu antara sampah organik dan sampah anorganiknya sehingga sampah anorganik yang dapat kita didaur ulang bisa kita rongsokkan dan menjadi uang untuk warga tersebut.


IV. Kesimpulan
Setelah kami mlakukan obserfasi, dan menganalisa masalah, munculah beberapa ide untuk memecahkan permasalahan sampah ini, namun yang paling kami rekomendasikan adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan pada masyarakat setelah itu kita  optimalkan  lahan dan tempat sampah yang ada , dengan cara memperbaikinya serta memberikan rekayasa, yaitu dengan membuat tempat pembuatan kompos dari sampah organik.
Menanamkan kesadaran terhadap masyarakat ini adalah hal yang sangat penting, karna dalam masalah ini masyarakatlah yang sangat berperan penting, percuma saja kalo sistem kita perbaiki tapi masyarakatnya tidak mengikuti sistem ,
Alasan untuk solusi adalah adanya beberapa keuntungan, salah satunya adalah tempat sampah akan lebih tertatarapi, selain itu bisa menghasilkan uang dari hasil penjualan pupuk kompos

Selasa, 01 Oktober 2013

Elemen Analisis

Solusi :

1.       350 psi = 6.895 x 350 kPa
= 2413.25 kPa                                           à = 2413.25/98.0665 Kgf/cm2
= 2413.25 x 103  MPa                                      = 24.6 Kgf/cm2
2.       σ  = 15000 psi
       = 15000 x 6.895 kPa                                                     à = 10345/98.0665 Kgf/ cm2
       = 1.0345 x 108 MPa                                                             = 1054.64 Kgf/100 mm2
                                                                                                     = 10.5464 Kgf/mm2
3.       St.37,Su = 37 Kgf/mm2
= (3.7 x 103  x 98.0665)/6.895 psi
= 52,62 x 103 psi
4.       γ  = 7.8 Kgf/dm3
      = (7.8 /4.448) lbf/ (10-3 / 6,1 x 104) in3
5.       E = 200 GPa
   = 2 x 108  kPa / 6,895
   = 2,9 x 107 psi
6.       LNG 1 x 104 kcal/m3 = 4.314 x 108 kWh/m3
       = 4.314 x106 / 0,293 x 35.313   MM Btu/ft3

       = 4.17 x 105  MM Btu/ft3





1 US gallon = 0.134 ft3
                       = 231 in3
5 US gallon = 1155 in3

vmouth = 0.9 in3
nmouth = 1155/0.9
           = 1283,3
           = 1,29 x 103 mouthful


Jumat, 13 September 2013

Challenge For Engineer

Salah satu dari 14 daftar tantangan bagi para insinyur di abad ke 21 adalah “make solar energy economical”. Kenapa demikian, karena memang pada saat ini kita sedang menghadapi krisis energi terutama nenergi fosil yang lambat laun pasti akan habis juga. Di samping itu, pertambahan pendududk di dunia ini yang semakin tak terkendali menyebabkan persedian energi fosil juga semakin menipis. Maka dari itu perlu dicarinya energi terbarukan yang mudah didapat dan juga ekonomis. Salah satu energi yang dapat kita manfaatkan tetapi sering terabaikan adalah energi matahari. Dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai energi pengganti secara tidak langsung kita telah mencegah pemanasan global warming, menghemat pemakaian energi fosil dan perlu diingat juga bahwa energi matahari dapat kita dapatkan setiap hari, gratis dan juga ramah lingkungan.
Bagaimana caranya merubah energi surya ke energi listrik. Nah sebaiknya kita terlebih dahulu mengenal solar cell itu sendiri beserta komponen-komponennya. Solar cell adalah alat untuk menkonversi tenaga matahari menjadi energi listrik. Komponen utama dalam panel sel surya biasanya menggunakan bahan semikonduktor. Kristal silikon, Cadmium Telluride (Cd Te) dan Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) merupakan bahan semikonduktor yang familiar sebagai panel surya dan juga memiliki efisiensi diatas cukup. Selain terdiri atas panel-panel sel surya, komponen lain dalam sistem solar cell adalah Balance of System (BOS) berupa inverter dan kontroller. PLTS sering dilengkapi dengan batere sebagai penyimpan daya, sehingga PLTS dapat tetap memasok daya listrik ketika tidak ada cahaya matahari.
Cara kerja sel surya adalah dengan memanfaatkan teori cahaya sebagai partikel. Sebagaimana diketahui bahwa cahaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak memiliki dua buah sifat yaitu dapat sebagai gelombang dan dapat sebagai partikel yang disebut dengan photon. Penemuan ini pertama kali diungkapkan oleh Einstein pada tahun 1905. Energi yang dipancarkan oleh sebuah cahaya dengan panjang gelombang dan frekuensi photon V dirumuskan dengan persamaan:
.Dengan h adalah konstanta Plancks (6.62 x 10-34 J.s) dan c adalah kecepatan cahaya dalam vakum (3.00 x 108 m/s). Persamaan di atas juga menunjukkan bahwa photon dapat dilihat sebagai sebuah partikel energi atau sebagai gelombang dengan panjang gelombang dan frekuensi tertentu. Dengan menggunakan sebuah divais semikonduktor yang memiliki permukaan yang luas dan terdiri dari rangkaian dioda tipe p dan n, cahaya yang datang akan mampu dirubah menjadi energi listrik. Hingga saat ini terdapat beberapa jenis solar sel yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti untuk mendapatkan divais solar sel yang memiliki efisiensi yang tinggi atau untuk mendapatkan divais solar sel yang murah dan mudah dalam pembuatannya. Tipe pertama yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti adalah jenis wafer (berlapis) silikon kristal tunggal. Tipe ini dalam perkembangannya mampu menghasilkan efisiensi yang sangat tinggi.
Prinsip dasarnya adalah ketika suatu kristal silikon di-doping dengan unsur golongan kelima, misalnya arsen, maka atom-atom arsen itu akan menempati ruang diantara atom-atom silikon yang mengakibatkan munculnya elektron bebas pada material campuran tersebut. Elektron bebas tersebut berasal dari kelebihan elektron yang dimiliki oleh arsen terhadap lingkungan sekitarnya, dalam hal ini adalah silikon. Semikonduktor jenis ini kemudian diberi nama semikonduktor tipe-n. Hal yang sebaliknya terjadi jika kristal silikon di-doping oleh unsur golongan ketiga, misalnya boron, maka kurangnya elektron valensi boron dibandingkan dengan silikon mengakibatkan munculnya hole yang bermuatan positif pada semikonduktor tersebut. Semikonduktor ini dinamakan semikonduktor tipe-p. Adanya tambahan pembawa muatan tersebut mengakibatkan semikonduktor ini akan lebih banyak menghasilkan pembawa muatan ketika diberikan sejumlah energi tertentu, baik pada semikonduktor tipe-n maupun tipe-p. 




Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n disambungkan maka akan terjadi difusi hole dari tipe-p menuju tipe-n dan difusi elektron dari tipe-n menuju tipe-p. Difusi tersebut akan meninggalkan daerah yang lebih positif pada batas tipe-n dan daerah lebih negatif pada batas tipe-p. Batas tempat terjadinya perbedaan muatan pada sambungan p-n disebut dengan daerah deplesi. Adanya perbedaan muatan pada daerah deplesi akan mengakibatkan munculnya medan listrik yang mampu menghentikan laju difusi selanjutnya. Medan listrik tersebut mengakibatkan munculnya arus drift. Namun arus ini terimbangi oleh arus difusi sehingga secara keseluruhan tidak ada arus listrik yang mengalir pada semikonduktor sambungan p-n tersebut. Lantas, bagaimana elektron-elektron yang terlepas dari atom-atom kristal semikonduktor dapat mengalir sehingga menimbulkan energi listrik?
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, elektron adalah partikel bermuatan yang mampu dipengaruhi oleh medan listrik. Kehadiran medan listrik pada elektron dapat mengakibatkan elektron bergerak. Hal inilah yang dilakukan pada sel surya sambungan p-n, yaitu dengan menghasilkan medan listrik pada sambungan p-n agar elektron dapat mengalir akibat kehadiran medan listrik tersebut.
Ketika semikonduktor sambungan p-n disinari maka akan terjadi pelepasan elektron dan hole pada semikonduktor tersebut. Lepasnya pambawa muatan tersebut mengakibatkan penambahan kuat medan listrik di daerah deplesi. Adanya kelebihan muatan ini akan mengakibatkan muatan ini bergerak karena adanya medan listrik pada daerah deplesi. Pada keadaan ini, arus drift lebih besar daripada arus difusi sehingga secara keseluruhan dihasilkan arus berupa arus drift, yaitu arus yang dihasilkan karena kemunculan medan listrik. Arus inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sel surya sambungan p-n sebagai arus listrik.

Dari hal tersebutlah kita dapat menyimpulkan bahwa untuk membuat solar cell yang sederhana saja kita banyak sekali memanfaatkan berbagai macam disiplin ilmu terutama fisika dan kimia. Namun, kendalanya adalah untuk mendapatkan panel yang bagus atau yang mampu menyerap panas dengan baik dan di indonesia belum sanggup membuat itu sendiri. Padahal, secara geografis Indonesia merupakan negara yang mendapatkan penyinaran matahari yang cukup melimpah sepanjang tahun dan juga didukung dengan adanya sumber tambang yang cukup melimpah untuk dimanfaatkan sebagai bahan utama pemuat panel surya. Bayangkan saja suplai energi surya dari sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi sangat luar biasa besarnya yaitu mencapai 3 x 10 joule pertahun, energi ini setara dengan 2 x 1017 Watt . Jumlah energi sebesar itu setara dengan 10.000 kali konsumsi energi di seluruh dunia saat ini. Dengan kata lain, dengan menutup 0.1% saja permukaan bumi dengan divais solar sel yang memiliki efisiensi 10% sudah mampu untuk menutupi kebutuhan energi di seluruh dunia saat ini. Perlu diingat juga energi yang dihasilkan oleh sel surya merupakan energi yang ramah lingkungan dan juga tidak akan menyebabkan hujan asam, efek rumah kaca atau permasalahan yang ditimbulkan oleh energi nuklir. Dengan memanfaatkan energi matahari secara optimal Indonesia tidak akan kekurangan enegi dan tidak akan mengalami byar-pet pada listriknya, serta tidak harus membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang dirasa masih terlalu berbahaya dan beresiko tinggi oleh masyarakat-masyarakatnya. Pada akhirnya masalah tersebut menjadi tantangan bagi kita yang memang sedang melalui tahap menjadi seorang insinyur yang siap merubah Indonesia menjadi lebih baik.

sumber :
gambar persamaan efek fotolistrik; http://novhietadrisfisikawalisongo.blogspot.com/2012/06/dualisme-gelombang-partikel
gambar prinsip kerja panel surya; http://www.litbang.esdm.go.id/PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS)

isi; 
HTTP://http://punyaunie.blogspot.com/uNie,,,uNie,,,Unie,,,,  PRINSIP KERJA SEL SURYA
http://gensetportable.blogspot.com/Cara Membuat Panel Surya Sendiri    Genset Portable Tenaga Surya

Understanding Cyberworld 2020

Di masa yang akan datang atau sekitar pada tahun 2020 dunia ini akan menjadi dunia cyber. Komputer ada dimana-mana. Komputer yang berkembang semakin kecil, semakin cepat dan semakin lebih pandai. Sehingga dari perkembangan tersebut kita sebagai manusia tidak bisa hidup tanpa komputer. Pekerjaan kita pun tidak pernah terlepas dari komputer. Kita pun tak bisa bermain tanpa kehadiran mereka. 20 tahun lagi teknologi merupakan suatu kebutuhan bukan sebuah pilihan. Kita membutuhkannya disegala aspek kehidupan. Semua yang kita lakukan akan mengandalkan komputer. Dari kemampuan manusia tersebut lah mereka menciptakan sebuah robot untuk membantu kehidupan mansia. Realitasnya pada masa kini memang salah satu kebutuhan pokok manusia adalah teknologi. Mereka tidak bisa terlepas dari gadget mereka. Perusahaan-perusahaan komputer sekarang pun berlomba-lomba untuk memproduksi komputer yang lebih cepat, pandai dan minimalis. Manfaatnya, kehidupan manusia menjadi lebih baik dan tentunya lebih mudah. Semula pekerjaan yang berat-berat dengan bantuan mesin pekerjaan tersebut menjadi lebih ringan ataupun sesuatau yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia tetepi dapat dikerjakan oleh mesin, pekerjaan yang terlalu ekstrim bagi manusia pun dapat kita limpahkan ke mesin untuk mengerjakannya. Namun, perkembangan tersebut juga memiliki dampak negatif, jika semuanya kegiatan manusia sudah dapat dilimpahkan ke mesin manusia akan menjadi lebih malas untuk melakukan aktifitas bahkan hingga malas bekerja. Pekerjaan-pekerjaan kotor seperti kriminalitaspun dapat dilakukan dengan mudah menggunakan bantuan mesin ataupun teknologi tersebut
Seperti yang telah kita ketahui seorang menyatakaan bahwa kekuatan pemrosesan akan berkembang dua kali lipat setelah 18 bulan. Namun, untuk sekarang ini rasanya hukum tersebut sudah tidak berlaku karena saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat belum 18 bulan saja pasti sudah perkembangan baru terutama gadget.
Tahun 2020 peneliti memprediksikan komputer akan bertingkah laku seperti anak-anak, tetapi kita tidak tahu seberapa baik mereka mampu melakukannya dan memahami kehidupan sebaik manusia. Pada dasarnya mereka hanyalah sebuah mesin yang diisi pemrograman algoritmik. Inti kepandaian adalah kita, bukan mesin pemikir yang berhati dingin. Contohnya mesin model sekarang memiliki emosi yang dapat bersosialisasi layaknya anak-anak dan itu hanya lah sebuah pemrograman. Harapannya dari penemuan tersebut mesin mampu berbicara dengan manusia. Kendalanya adalah susahnya membuat pemrograman agar mesin tersebut sepandai manusia. Untuk menciptakan mesin yang seperti manusia memang sepenuhnya belum bisa terwujud. Namun, jika mesin mampu beritngkah laku seperti kita berarti mesin tersebut sudah sejajar dengan manusia, bahkan mereka bisa lebih baik karena baisanya sebuah mesin lebih teorganisir dan kadang lebih pandai dari penciptanya sendiri. Kemudian bayangkan saja jika ada sebuah mesin ATM yag sensitif, ketika kita hendak mengambil uang yang tidak sesuai dengan pengeluaran kita mesin tersebut akan menolaknya apapun alasannya
Saat ini kehidupan kita pun selalu dapat diawasi oleh sebuah kamera kecil yang dapat dipasang dimana-mana. Memang hal tersebut memiliki manfaat yang sangat besar yaitu dapat mengurangi tindak kriminalitas dan juga tindak terorisme. Hal tersebut juga telah mengubah pekerjaan polisi yang kini hanya tinggak duduk didepan komputer mengawasinya. Memang sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan, kita akan mereasa aman tanpa rasa was-was terhadap tindak kriminalitas dan terorisme tetapi kita juga harus mengorbankan sisi keprivasian diri kita. Sebab, segala gerak-gerik kita dapat diawasi oleh sebuah kamera. Di situlah sisi negatifnya dimana semua yang menyangkut diri pribadi kita dapat diketahui. Memang untuk beberapa orang hal tersebut sangat tidak diinginkan tetapi untuk sebagian orang hal tersebut sudah tidak masalah lagi. Maka yang kita harus jaga adalah keseimbangan proteksi privasi yang memnyebabkan munculnya biometric sebagai sebuah kata sandi untuk masa kini yang mulai populer.
Revolusi dalam dunia medik sudah berkembang pesat akibat komputer, penganalisisan kode genetik manusia yang rumit dapat ditangani dengan bantuan komputer sehingga penyakit-penyakit akibat kelainan genetik sudah mulai dapat diobati. Penyakit-penyakit dapat diobati menggunakan bantuan komputer. Jadi kesempatan manusia untuk sehat menjadi terbuka lebar. Hal yangmencengangkan lagi adalah penciptaan organ-oragan buatan seperti jantung, itu memang sudah diluar batas pemikiran manusia pada umumnya . Memang itu sudah terrealisasi tetapi tentunya tidak akan sesempurna dengan buatan Tuhan yang menciptakan manusia. Kemudian impian para ilmuwan dalam dunia medis adalah dimana di masa depan kita dapat membeli gen untuk bayi kita sendiri, hal itu sangat tidak sesuai dengan etika manusia dan menghilangkan masa-masa indahnya bercinta. Mereka dapat menentukan genetik untuk anak mereka sehingga anak  yang lahir sesuai dengan keinginan. Namun, sampai sekarang hal itu belum terwujud karena memang bertentangan denga etika.
Perubahan teknlogi tersebut telah merubah kehidupan manusia. Teknologi telah menghilangkan lapangan perkerjaan tetapi juga telah menciptakan lapangan pekerjaan baru yang lebih banyak. Kantor pekerjaan sekarang sudah mulai beralih menuju cyber office, ruang kerja yang mulai berubah. Dampak negatif terbesar yang harus kita hadapi adalah cyberterorisme, hacking, virus dan juga keseimbangan proteksi privasi. Globalisasi menjadi tak terhindarkan, batas-batas dunia sudah runtuh dengan kemudahan kita berkomunikasi dan mengakses informasi kemana-mana. Perlu diperhatikan juga bahwa dengan kemudahan kita berkumnikasi secara virtual akibatnya manusia juga lebih jarang melakukan kontak sosial secara langsung mereka lebih suka melalui social network
Pada intinya semua teknologi ada manfaat dan bahayanya, tetapi dibalik itu semua manfaat yang diberikan pun sangat besar

Rabu, 29 Mei 2013

Tanaman Berusia 600 Tahun Ditemukan Masih Hidup



CALIFORNIA - Peneliti University of Alberta menemukan bahwa tanaman yang tumbuh di zaman es masih mampu meregenerasi. Tanaman yang berusia lebih dari 500 tahun ini kembali tumbuh dan menghijau.

Dilansir Examiner, Selasa (28/5/2013), Bryophytes (lumut), tanaman yang pernah hidup ratusan tahun lalu ini ditemukan di Teardrop Glacier, Pulau Ellesmere di Kutub Utara Kanada. Tanaman yang tadinya berada di alam liar ini diambil dan diteliti dalam laboratorium.

Penanggalan karbon dari spesimen asli menunjukkan bahwa tumbuhan ini berusia 400 sampai 600 tahun lalu atau di era Zaman Es (1550-1850 masehi). Beberapa tanaman mulai tumbuh kembali di daerah yang telah digali oleh peneliti.

Bryophytes memiliki kemampuan alami untuk menutup fisiologis selama pengeringan dan hidup kembali ketika kondisinya membaik. Ini bisa menjelaskan umur panjang dari tanaman yang ditutupi oleh es selama lima abad.

Akhirnya, ketika lapisan es mencair, Bryophytes bisa "terlahir kembali". Kesederhanaan anatomi dan fisiologi lumut ini menunjukkan bahwa makhluk hidup ini mampu beradaptasi dengan lingkungan iklim ekstrem.

Wikipedia menerangkan, Bryophyte merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam Bryophytina. Tumbuhan ini telah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik, namun belum memiliki akar dan daun sejati.

Selasa, 14 Mei 2013

Ganja Obat Kanker Masa Depan



Gustin L. Reichbach, adalah seorang hakim kenamaan dari New York State Supreme Court, yang juga adalah pengidap kanker.

Beberapa saat lalu, tulisannya di New York Times tentang pengakuannya menggunakan ganja medis kontan sedikit membuat gempar kota yang konon katanya tak pernah tidur itu.

Kisah ini merasa perlu diangkat sebagai sebuah artikel berdasarkan pertimbangan; penyakit, kelainan dan wabah bisa terjadi kepada siapapun, lintas profesi ataupun usia.

Menyikapi pernyataan-pernyataan yang sang hakim beberkan terkait profesinya juga keterlibatannya dengan tindak kriminal, dalam hal ini penggunaan ganja, harusnya bisa sedikit menghapuskan stigma-stigma buruk tentang pengguna ganja, yang umum diketahui berperilaku buruk dan tidak menyenangkan.



Juga secara lantang (harusnya) membantah undang-undang yang mengklasifikasikan ganja sebagai narkotika berbahaya, tanpa nilai medis sedikitpun.

Pernyataan dari Gustin L. Reichbach ini diutarakannya dalam sebuah artikel di New York Times setelah menerima vonis kanker pankreas 3 setengah tahun lalu, ketika dia baru saja berulang tahun ke-62.

Kanker stadium 3 dinyatakan dokternya bersamaan dengan vonis sisa usia yang maksimal hanya bisa bertahan 6 bulan saja!

16 Mei 2012, 3 setengah tahun setelah divonis, sang hakim angkat bicara. Bukan tanpa risiko, tentunya.

Dia bisa saja kehilangan pekerjaannya dan mendapatkan masalah dengan hukum yang berlaku, mengingat hukum negara bagiannya dimana segala bentuk penggunaan ganja adalah ilegal.

Menurutnya, tidak ada lagi yang perlu disembunyikan jika faktanya, ganja yang pemerintah federalnya larang sepenuh hati ini, ternyata sangat bermanfaat untuk kanker yang dideritanya.

“My survival has demanded an enormous price, including months of chemotherapy, radiation hell and brutal surgery.”



Segala perawatan yang dia jalani setelah diagnosis bagaimanapun telah memperpanjang usianya. Meskipun, lanjutnya lagi, biaya yang dikeluarkan, efek samping chemoteraphy, dan puluhan obat-obatan yang hanya bersifat menenangkan sementara dengan efek-efek samping yang tak kalah mengganggu, seperti mual, hilangnya selera makan dan susah tidur.

Setiap obat pabrikan yang dokternya sarankan untuk meringankan satu gejala selalu berujung kepada pengkonsumsian obat-obatan lainnya untuk sekedar meredakan efek samping dari obat tersebut.

Obat penghilang rasa sakit contohnya, selalu berujung kepada hilangnya nafsu makan dan sembelit.

Juga obat anti-mual, ungkapnya, malah mengakibatkan masalah lain seperti melangitnya kadar gula dalam tubuh rentannya.

Begitu seterusnya, dan bisa dibayangkan nominal uang yang harus disediakan untuk sekedar berusaha mempertahankan keberlangsungan hidup belaka.



Selepas setahun perawatan menyengsarakan, kanker pankreasnya akhirnya hilang, meskipun dia sadar bahwa kanker itu hilang hanya untuk kembali merongrong nyawanya.

Mual dan nyeri adalah kesetiaan yang senantiasa menemani kapanpun selepas perawatan “IV Booster of Chemoteraphy“.

Bahkan “makan”, salah satu hal paling menyenangkan dalam hidup, kini baginya adalah peperangan yang menyengsarakan setiap harinya, dimana setiap suapan sendok adalah sebuah kemenangan.

Juga tidur, satu aspek paling vital untuk membantu proses recovery dan hiburan untuk kesengsaraan sehari-harinya, kini menjadi satu hal yang sangat sulit untuk dimiliki.

“This is not a law-and-order issue; it’s a medical and human rights issue.“

“Menghisap ganja adalah satu-satunya cara untukku meredakan mual, meningkatkan nafsu makan dan memudahkan kantuk untuk datang di akhir hari.”

Beruntunglah beberapa temannya, yang tentunya tak tega melihat kesengsaraan sang hakim rela (dengan risiko pribadi) menyediakan akses untuk ketersediaan ganja medisnya.

“Di posisiku yang masih aktif sebagai hakim dan bekerja mengadili kasus-kasus, banyak teman dan relasi yang mempertanyakan keputusanku mengangkat isu ini.

Ini kulakukan karena kesadaran bahwa para penderita kanker sepertiku di luar sana, mungkin tidak punya akses mengungkapkan keadaan buruk masing-masing secara masal.

Everybody can make their own fuel at their house by them self. Yup, FREE fuel, FREE energy, for you all! The ELITE afraid about this. Because it’s can makes they business and industrial empire in Oil companies, Pharmaceutical Companies, Plastics Companies, Paper Companies, Contractors Companies and many others around the world, will COLLAPSE!

Sangat menyakitkan rasanya bahwa dalam masalah kanker seperti ini, satu-satunya obat yang dapat menolong tanpa efek-efek samping yang rumit, dalam hal ini yaitu cannabis, masih saja diklasifikasikan sebagai narkotika”, lanjutnya dalam artikel tersebut.

“Aku tidak bakal tinggal diam, karena meng-kriminalisasikan obat paling efektif akan berujung kepada ketidak-adilan sistem administrasi hukum yang berlaku.

Aku merasa berkewajiban baik sebagai hakim atau sebagai penderita kanker, memohon kepada pemerintah negara bagian New York untuk mengikuti langkah 17 negara bagian lainnya yang telah memberikan akses untuk ganja medis.

Karena adalah tidak manusiawi untuk menghalangi kami (penderita kanker) dari sebuah substansi alam yang telah terbukti membantu penderitaan kami”, tutupnya.

Ganja Hentikan Penyebaran Sel Kanker

Ganja yang penjualan dan pemakaiannya dilarang, terbukti dapat menjadi obat alternatif kanker. Sebuah senyawa dalam ganja yang ditemukan oleh peneliti di California Pasific Medical Centre, San Fransisco, dapat berpotensi mematikan sel-sel kanker.

“Butuh waktu sekitar 20 tahun untuk penelitian ini, dan hasilnya sangat menggembirakan” ujat Pierre Despres, seorang peneliti pada Huffington Post.

Desprezm seorang ahli biologi molekuler, menghabiskan waktu tahunan untuk mempelajari gen penyebaran kanker.

Sedangkan, Sean McAllister mempelajari efek Cannabidiol, atau CBD, senyawa kimia yang berada dalam ganja.

Akhirnya, pasangan ini pun mencoba memadukan dua penelitian yang telah mereka lakukan. Menggabungkan CBD dengan sel kanker dalam sebuah cawan petri.

“Kami menemukan Cannabidiol memiliki sifat dasar ‘mematikan’, dan ini terjadi pada sel kanker,” sambungnya.

Meski telah berhasil pada hewan uji laboratorium. Penelitian ini belum dapat diterapkan pada manusia. Para ahli masih menunggu izin untuk uji klinik pada manusia.

Ganja Sebagai Obat Kanker

Penelitian terbaru yang dilakukan tim dari University of Alberta menunjukkan bahwa daun ganja ternyata mengandung bahan aktif yang dapat menambah nafsu makan para pasien kanker.

Bahan aktif dalam ganja yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), dapat meningkatkan selera makan dan kemampuan pengecapan pada pasien kanker stadium lanjut.

Mykayla

“Mariyuana emiliki reputasi yang buruk bagi orang sehat, tetapi studi menunjukkan bahwa ganja juga memiliki efek yang baik bagi pasien kanker.

Tak hanya itu, mereka dapat menikmati makanan dan tidak merasa lapar adalah perbaikan yang besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” jelas peneliti Wendy Wismer, seorang ilmuwan makanan di University of Alberta di Kanada.

Rupanya, karena alasan inilah, seorang Ibu warga negara Oregon, Erin Purchase percaya dan memberikan terapi ‘pengobatan’ marijuana sebagai bagian dari pengobatannya kepada sang putri Mykayla Comstock (7) yang sedang menderita kanker.

Mykayla sembuh dari kanker karena ganja

Dilansir healthland.time, Mykayla didiagnosa dengan leukemia lymphoblastic akut pada bulan Juli 2012 dan terus menerus menjalani kemoterapi.

Sebelum menjalani treatment ‘pengobatan’ marijuana, bocah kecil itu mengalami respon yang buruk terhadap pengobatan kemoterapi.

Namun, Erin mengaku sengaja memberikan ganja dalam bentuk minyak kepada putrinya untuk mengurangi efek samping dari kemoterapi, mengurangi rasa sakit dan menambah nafu makan.

Melihat perkembangan putrinya yang mulai membaik, sang ibu Erin terpaksa meninggalkan saran dokter untuk transplantasi sumsum tulang dan menggantinya dengan ganja sebagai terapi pengobatan dan mengurangi rasa sakit dan mual yang diderita putri tercintanya.

Sementara, The American Academy of Pediatrics menentang penggunaan ganja untuk mengobati anak-anak muda, mengutip potensi adiktif dan tidak diketahui banyak tentang bagaimana hal itu dapat mempengaruhi perkembangan tubuh.

The Institute of Medicine (IOM), sebuah kelompok ilmiah ahli menganalisis data yang tersedia dan sejak 1999 telah mengakui bahwa beberapa keperluan medis yang bisa dilakukan adalah ganja.

“Masih banyak pengobatan-pengobatan yang efektif untuk meredakan mual dan nyeri kanker,” ungkap peneliti. Penelitian juga mengakui bahwa untuk beberapa pasien yang mungkin tidak merespon terapi, komponen dalam ganja dapat membantu.

Cannabis THC (Tetrahydrocannabinol) on cancer

Laporan IOM menyoroti kebutuhan untuk penelitian lebih banyak ke dalam pemahaman menggunakan obat ganja termasuk gejala atau kondisi yang mungkin paling efektif, dan yang pasien.

Mereka prihatin ketika datang untuk mengobati anak-anak seperti Mykayla yang sering tidak disertakan dalam uji klinis karena usianya yang masih muda.

Pasien memiliki kemungkinan beberapa tahun lagi menghadapi efek samping dari obat.

Beberapa ahli menunjukkan bahwa tidak semua komponen ganja, dan pengaruhnya terhadap tubuh, telah dipelajari atau belum dipahami dengan baik.

Tanpa penelitian lebih lanjut, baik dokter dan orang tua akan terus menghadapi keputusan yang sulit memberikan pengobatan bagi anak-anak yang jauh dari bahaya.